Ditulis pada tanggal 19 Pebruari 2019, oleh admin, pada kategori Berita

logo ASIIN-IABEETahun 2012, Universitas Brawijaya (UB) telah memulai program internasionalisasi program studi (prodi). Inisiasi program internasionalisasi prodi ini diawali dengan diperolehnya akreditasi IFT oleh Prodi S-1 Ilmu dan Teknologi Pangan FTP.

Pada tahun-tahun berikutnya, beberapa prodi di UB menyusul jejak FTP melakukan akreditasi/sertifikasi internasional. Hingga akhir tahun 2018, tercatat telah ada 19 prodi yang terakreditasi/tersertifikasi internasional melalui lembaga/badan akreditasi/sertifikasi seperti IFT, ABEST21, AASBI, AUN-QA dan ACCA.

Prestasi ini telah menempatkan UB pada peringkat 7 nasional dalam hal jumlah prodi yang terakreditasi/tersertifikasi internasional. Tahun ini dan tahun-tahun mendatang, Rektor UB mengharapkan ada penambahan yang signifikan dalam jumlah prodi yang terakreditasi/tersertifikasi internasional. Pada tahun 2018-2019, sudah ada 4 prodi yang sedang persiapan menuju sertifikasi AUN-QA.

Pembukaan

Pembukaan oleh Wakil Rektor III (Prof. Dr. Abdul Hakim)

Selain lembaga/badan akreditasi/sertifikasi tersebut di atas, masih banyak lembaga lain yang dapat melakukan akreditasi/sertifikasi prodi sesuai bidang ilmu. Diantaranya adalah ASIIN dan IABEE yang khusus untuk akreditasi prodi bidang ilmu teknik, ilmu alam dan matematika, informatik/ilmu komputer, agro science dan life science. Sebagian besar prodi di UB berada pada rumpun ilmu-ilmu eksakta, sehingga potensi untuk terakreditasi ASIIN dan IABEE sangat besar.Perbandingan Prodi

Dengan potensi tersebut, maka PJM mengadakan sosialisasi tentang sistem akreditasi ASIIN dan IABEE pada hari Jum’at (22/2/2019) dengan mengundang narasumber dari ITB dan UII. Acara yang bertempat di Hotel Swiss-Belinn Malang ini dihadiri oleh Pimpinan Senat UB, Pimpinan Universitas, Pimpinan Fakultas, Pimpinan LP3M beserta Tim PJM, Para Ketua GJM, Para Ketua Jurusan dan Ketua Prodi yang telah terakreditasi “A” BAN-PT/LAMPTKes.

Narasumber dari ITB (Dr. Pepen Arifin) menyampaikan tentang sistem dan kriteria akreditasi ASIIN (Akkreditierungsagentur für Studiengänge der Ingenieur-wissenschaften, der Informatik, der Naturwissenschaften und der Mathematik – Accreditation Agency for Degree Programs in Engineering, Informatics/Computer Science, Natural Sciencies and Mathematics). Pepen Arifin, Ph.D yang juga Ketua Satuan Penjaminan Mutu (SPM) ITB telah memiliki pengalaman mengajukan dan mendampingi prodi untuk mencapai akreditasi ASIIN.

Sedangkan narasumber dari UII (Berlian Kushari, S.T., M.Eng.) menyampaikan sistem akreditasi IABEE (Indonesian Accreditation Board for Engineering Education). Berlian Kushari saat ini menjabat Sekretaris Jenderal IABEE.

Pepen dan Berlian

Narasumber Pepen Arifin (kiri) dan Berlian Kushari (kanan)

Selain menyampaikan sistem akreditasi ASIIN dan IABEE, kedua narasumber juga menyampaikan tentang tahapan penyusunan kurikulum Outcome-based Education (OBE) dan software yang bisa digunakan untuk mengevaluasi OBE.

Berikut ini materi-materi narasumber yang disampaikan saat kegiatan (download link menggunakan otentifikasi menggunakan akun email official):

  1. OBE (ITB Experience) – Pepen Arifin
  2. Sistem Akreditasi ASIIN – Pepen Arifin
  3. Sistem Akreditasi IABEE – Berlian Kushari
  4. Model SI untuk Asesmen Capaian Pembelajaran (Pengalaman UII) – Berlian Kushari