Implementasi Sistem Manajemen Mutu (SMM) berbasis ISO 9001:2008, Standar Kinerja BAN-PT dan Pelayanan Prima di UB memberikan dampak positif bagi unit kerja, Fakultas, Jurusan, Program Studi dan Laboratorium. Khususnya bagi tenaga pendidik dalam hal ini Dosen dan tenaga kependidikan seperti Kepala Biro, Kepala Bagian, Kepala Sub-Bagian, Kepala Urusan dan staf pendukung. Kesadaran budaya mutu tercermin pada kelengkapan dan implementasi dokumen mutu. Dengan mengimplementasikan dokumen mutu tersebut membuat pelayanan kepada stakeholder menjadi lebih baik.

Untuk meningkatkan implementasi secara berkesinambungan dan mengukur peningkatannya, maka perlu dilakukan Audit Internal yang dilakukan secara terus-menerus. Keberhasilan audit internal dapat dilihat dari partisipasi aktif unit kerja teraudit (Auditee) baik dalam persiapan audit maupun dalam pelaksanaannya yang  mendapat dukungan dari pimpinan manajemen dan Manajemen Representatif (MR).

Pada pelaksanan AIM Siklus 11 ini melibatkan Auditee, Fakultas, Jurusan, Program Studi sebanyak 117 dan Auditee Laboratorium sebanyak 173. Ruang lingkup auditnya pun lebih banyak dan mendalam. Adapun lingkup Audit AIM Siklus 11 tahun 2012 :

  1. PTK AIM Siklus 10 dan PTK Surveillance ISO 9001:2008 Tahap 1
  2. Implementasi Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008
  3. Implementasi Kinerja Standar 3 dan 4 BAN-PT dengan mengisi borang Aplikasi SIDEA
  4. Implementasi SPMI berbasis standar Pelayanan Prima Dalam Dokumen dan Rekaman
  5. Sistem dan Dokumentasi Laboratorium.

Berdasarkan lingkup tersebut, auditor mengevaluasi implementasi standar mutu UB pada seluruh auditee. Hasil evaluasi yang dilakukan auditor kemudian dianalisis, secara umum hasil analisis tersebut menunjukkan bahwa pada beberapa unit kerja memiliki kelemahan yaitu tindakan perbaikan atas temuan audit sebelumnya belum diselesaikan dengan baik. Untuk standar BAN-PT, beberapa dosen di Program Studi S-2 dan PS S-3 yang menjadi penguji di luar PT masih kurang. Sedangkan untuk laboratorium masih memiliki kendala dalam peningkatan kalibarasi perlatan laboratorium.

Atas dasar temuan diatas, PJM-UB memberikan masukan kepada Rektor UB untuk membuat kebijakan terkait dengan kelemahan-kelemahan yang terjadi pada Fakultas, Jurusan, Program Studi dan Laboratorium sehingga ada perbaikan berkelanjutan dari hasil audit tersebut. Dengan demikian, diharapkan pada audit mendatang tidak ditemukan lagi ketidaksesuaian atas standar mutu UB.